Allahu rabbi, I ask for Your love. The love of those You love & those actions that will make me beloved to You.

 

BAH! Jadi inget atlet dari Vietnam pas SEA Games kemaren, hampir semua nama depannya NGUYEN! ERRRRRRRR… -,-‘

BAH! Jadi inget atlet dari Vietnam pas SEA Games kemaren, hampir semua nama depannya NGUYEN! ERRRRRRRR… -,-‘

(Source: imgfave)

( ._. )

Saat makan malam bertiga bareng saya, adik saya, dan pacar

Adik : Kak, tumben gak kondangan hari ini?

Pacar : Hahahaa.. Masa kondangan terus. Entar jadi pengen cepet nyusul kalo keseringan (ekor mata meilirik ke saya)

Saya : *face palm* *aduk-aduk minuman pake sedotan*

Kebalik

Via telepon

Saya : Assalamualaikum. Halo pah. Lagi pada apa orang rumah? Pada sehat kan?

Papa : Waalaykumussalam. Lagi pada leyeh-leyeh aja ini. Alhamdulillah pada sehat semua. Papah juga baru dapet rejeki lebih nih. Makasih ya udah didoain terus, ini juga pasti berkat doa anak-anak Papa..

Ini gak kebalik apa malah si papa yang bilang makasih. Harusnya kami anak-anaknya yang bilang makasih. Pasti doa papa mama lebih gak pernah putus. Mendadak meleleh >':

Saya benci setengah gila dilabeli Ms.Busy. Walau mungkin pada kenyataanya saya (memang) begitu terlihat jumpalitan dengan rutinitas yang saya jalani sehari-hari. Mobilisasi saya cukup tinggi. Tapi saya jadi sadar, bukan rentetan kegiatan seperti ini yang ingin saya jalani. Bukan hidup yang tanpa jeda seperti ini yang ingin saya tekuni kelak. Jadi cukuplah saya belajar menjadi wanita (sok) sibuk sekarang, dan tau rasanya tidak enak. Tidak untuk diulang..
Intinya, banyak pelajaran berharga yang saya dapat. Terutama soal toleransi. Semua kegiatan yang saya jalani sudah saya manajemenkan sedemikian rupa agar dapat berjalan selaras. Namun, teknisnya tidak jarang kegiatan satu sama lain bertumbukkan. Harus ada yang dipilih bukan? Dan yang paling tinggi toleransinya untuk mengalah adalah yang paling dekat dan paling mengerti kita. Keluarga. Ya, dalam beberapa kasus di hiruk pikuk jadwal saya yang ngos-ngosan, sebagai contoh adik saya yang bisa mengerti. Bersedia untuk mengalah kalau saya jarang membantu membereskan kostan, atau menjadi jarang memiliki waktu masak dan lalu makan bersama. Ini saya jadikan simulasi, bagaimana jika saya berkeluarga nanti? 
Dan lagi, justru kegiatan akademik (kuliah saya) tidak jarang menjadi tidak optimal. Nilai-nilai baik tidak bisa dipertahankan. Ironis. Bisa jadi memang saya yang kurang pandai mengaturi waktu.
Saya cukup lega, masa bakti saya menjadi Duta Pendidikan dan Kebudayaan Sumsel di bawah Ikatan Bujang Gadis Kampus Sumsel sudah selesai. Begitu juga menjadi koordinator acara di Klub Menulis NBC Palembang. Setidaknya semoga saya bisa mengatur ritme bernafas lebih baik sekarang :)

Saya benci setengah gila dilabeli Ms.Busy. Walau mungkin pada kenyataanya saya (memang) begitu terlihat jumpalitan dengan rutinitas yang saya jalani sehari-hari. Mobilisasi saya cukup tinggi. Tapi saya jadi sadar, bukan rentetan kegiatan seperti ini yang ingin saya jalani. Bukan hidup yang tanpa jeda seperti ini yang ingin saya tekuni kelak. Jadi cukuplah saya belajar menjadi wanita (sok) sibuk sekarang, dan tau rasanya tidak enak. Tidak untuk diulang..

Intinya, banyak pelajaran berharga yang saya dapat. Terutama soal toleransi. Semua kegiatan yang saya jalani sudah saya manajemenkan sedemikian rupa agar dapat berjalan selaras. Namun, teknisnya tidak jarang kegiatan satu sama lain bertumbukkan. Harus ada yang dipilih bukan? Dan yang paling tinggi toleransinya untuk mengalah adalah yang paling dekat dan paling mengerti kita. Keluarga. Ya, dalam beberapa kasus di hiruk pikuk jadwal saya yang ngos-ngosan, sebagai contoh adik saya yang bisa mengerti. Bersedia untuk mengalah kalau saya jarang membantu membereskan kostan, atau menjadi jarang memiliki waktu masak dan lalu makan bersama. Ini saya jadikan simulasi, bagaimana jika saya berkeluarga nanti? 

Dan lagi, justru kegiatan akademik (kuliah saya) tidak jarang menjadi tidak optimal. Nilai-nilai baik tidak bisa dipertahankan. Ironis. Bisa jadi memang saya yang kurang pandai mengaturi waktu.


Saya cukup lega, masa bakti saya menjadi Duta Pendidikan dan Kebudayaan Sumsel di bawah Ikatan Bujang Gadis Kampus Sumsel sudah selesai. Begitu juga menjadi koordinator acara di Klub Menulis NBC Palembang. Setidaknya semoga saya bisa mengatur ritme bernafas lebih baik sekarang :)

Saya : Kin, gambarin aku sesuatu dong. Yang merepresentasikan aku :p
Kinsia : Hihii boleh :D, manhi kidarijuseyo kaka kelara
*tidak berapa lama dapet kirimin gambar kucing-kucing buntel di atas*
Kyaaaaa~ Telimakacih ya jeung Kinsyuuuu. Saya suka yang bontet-bontet begitu :’3
Arti gambar dari Kinsyu : It’s simply means Kelara loves cats :p 
cc: namasayakinsi.tumblr.com

Saya : Kin, gambarin aku sesuatu dong. Yang merepresentasikan aku :p

Kinsia : Hihii boleh :D, manhi kidarijuseyo kaka kelara

*tidak berapa lama dapet kirimin gambar kucing-kucing buntel di atas*

Kyaaaaa~ Telimakacih ya jeung Kinsyuuuu. Saya suka yang bontet-bontet begitu :’3

Arti gambar dari Kinsyu : It’s simply means Kelara loves cats :p 

cc: namasayakinsi.tumblr.com

Nugget

Via Whats App

Pacar : kapan mau masakin aku lagi?

Saya : Jumat aja mau? Paginya kita belanja. Makannya habis jumatan :P. Mau makanan rumah, yang tradisionalan. Apa pasta?

Pacar : Okee :D. Apa aja. Asal buatan kamu aku mau semua :)

Saya: Oh yaudah, aku gorengin nugget aja yak..

...

Dear kekasih,
Aku cuma jago buatin puisi kacangan pas kamu lagi pundung. Besok-besok kalo pundung lagi semoga aku udah bisa kasih puisi yang bagusan.. 

Dear kekasih,

Aku cuma jago buatin puisi kacangan pas kamu lagi pundung. Besok-besok kalo pundung lagi semoga aku udah bisa kasih puisi yang bagusan.. 

Tepat setahun yang lalu, di acara yang sama di posisi berbeda, saya diajak lupa bagaimana rasanya ‘terluka’. Dari senyum yang dipaksa menggantung, hingga menjadi senyum yang utuh tulus melengkung. Tidak ada skenario basa-basi.
Lalu setahun berikutnya, saat foto ini menjadi hasil kebohongan, semuanya terasa jungkir balik. Pemilik senyum-senyum itu kembali, hanya saja senyum yang tersedia adalah display fiktif. 
Dan kami juga mohon maaf kalau senyum di foto ini pun fiktif. Setidaknya kami berusaha menjaga hati kami yang tersilet-silet, agar yang meilhat kami tidak turut terluka.
..Karena ada yang lebih berat daripada menjaga hati kita sendiri, yaitu menjaga hati orang lain. Dari prasangka ataupun harapan yang berlebihan. Begitu juga kekecewaan..

Selamat sudah berhasil melalui masa bakti hingga masa-masa akhir. Terima kasih untuk setahun ini. People change, but memories dont..

Tepat setahun yang lalu, di acara yang sama di posisi berbeda, saya diajak lupa bagaimana rasanya ‘terluka’. Dari senyum yang dipaksa menggantung, hingga menjadi senyum yang utuh tulus melengkung. Tidak ada skenario basa-basi.

Lalu setahun berikutnya, saat foto ini menjadi hasil kebohongan, semuanya terasa jungkir balik. Pemilik senyum-senyum itu kembali, hanya saja senyum yang tersedia adalah display fiktif.

Dan kami juga mohon maaf kalau senyum di foto ini pun fiktif. Setidaknya kami berusaha menjaga hati kami yang tersilet-silet, agar yang meilhat kami tidak turut terluka.

..Karena ada yang lebih berat daripada menjaga hati kita sendiri, yaitu menjaga hati orang lain. Dari prasangka ataupun harapan yang berlebihan. Begitu juga kekecewaan..

Selamat sudah berhasil melalui masa bakti hingga masa-masa akhir. Terima kasih untuk setahun ini. People change, but memories dont..

Kamu boleh iri pada sifat baik, tapi jangan pada fisik yang cantik. Boleh iri pada karya, jangan pada benda. Boleh iri pada ilmu, jangan pada harta.

Ilham Malam

(Source: namasayakinsi)